by Tim Ansvia - Wed 10:22:51 Dec 29 2021

picture

“Marketing as the process by which companies create value for customers and build strong customer relationships in order to capture value from customers in return.” Philip Kotler & Gary Armstrong

Bukan lagi rahasia bahwa marketing menjadi salah satu hal wajib yang harus diterapkan oleh setiap perusahaan dan organisasi dalam strategi pertumbuhannya. Penerapan teknik marketing akan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah disusun. Marketing bukan hanya berkutat pada penjualan atau periklanan sebagai strategi pemasaran. Marketing melibatkan banyak hal mulai dari promosi, perancangan dan pembuatan materi konten media sosial, membangun pengalaman pelanggan, menetapkan target pasar, distribusi produk, dan melakukan riset pasar.

Marketing berkaitan erat dengan keseharian masyarakat, karena objek dan sumber informasinya adalah konsumen. Konsultan dan profesor pemasaran Amerika Serikat, Philip Kotler, membagi fungsi marketing dalam lima poin. Fungsi pertama adalah sebagai sumber informasi perusahaan. Marketing berfungsi untuk mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing dan pelaku, serta kekuatan lain yang ada saat ini maupun yang potensial dalam lingkungan pemasaran. Kedua, marketing berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian. Fungsi ketiga dari marketing adalah mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan. Keempat, marketing berfungsi untuk menanggung risiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran. Fungsi kelima adalah mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk sampai ke pelanggan.

Tugas Marketing untuk Kesuksesan Bisnis

Fungsi yang dijelaskan oleh Philip Kotler tersebut membuktikan bahwa marketing menjadi salah satu pilar utama dalam kesuksesan perusahaan. Pertumbuhan perusahaan dapat bergerak pesat jika tugas marketing berjalan penuh. Mulai dari tugas sebagai marketing sales, marketing promosi, marketing riset dan pengembangan, serta marketing communication.

1. Marketing sebagai Sales, bertugas untuk menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dengan cara melakukan penjualan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.

2. Marketing sebagai Promosi, bertugas untuk memperkenalkan perusahaan beserta produk yang dihasilkan kepada masyarakat. Sehingga dapat menarik calon konsumen dalam lingkup yang lebih luas.

3. Marketing sebagai Riset dan Pengembang, bertugas melakukan berbagai riset untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan kepada perusahaan. Hasil riset tersebut akan membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas serta penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

4. Marketing sebagai Marketing Communication, bertugas untuk membuat hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat atau perusahaan dan lingkungan sekitarnya.

Mengenal Segmentasi Audience untuk Optimalkan Strategi Marketing

Produk yang bagus saja belum cukup. Diperlukan strategi marketing yang efektif agar orang-orang mengenal produk perusahaan serta manfaat yang bisa diperoleh dari produk tersebut. Melalui segmentasi audience yang tepat, strategi yang telah disusun dapat berjalan dengan lebih optimal. Segmentasi audience dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Cold Audience (first time visitor), Warm Audience, dan Hot Audience.

1. Cold Audience

Merupakan kelompok orang-orang yang baru pertama kali mengetahui produk perusahaan dari berbagai promosi yang ada. Baik dari Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, Google, atau media promosi lainnya.

Saat konsumen berada di kategori ini, sebagai marketer, tugas utama adalah menggerakkan konsumen di kategori cold audience menjadi warm audience. Memberi pengenalan lebih tentang bisnis serta produk perusahaan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan.

Iklan yang dikeluarkan harus memiliki target yang jelas. Kelompok audience yang ditargetkan sebaiknya berhubungan erat dengan jenis produk atau jasa yang diproduksi. Ibarat marketer jualan ‘aplikasi hoax’, maka cold audience yang dituju tentulah perusahaan atau organisasi yang membutuhkan informasi-informasi hoax terkini.

2. Warm Audience

Kelompok orang-orang yang sudah mulai mengenal produk perusahaan dan berinteraksi dengan bisnis yang ada. Mereka sedikit lebih tereduksi dengan penawaran yang berjalan. Di tahap ini, mereka selangkah lebih dekat untuk menjadi ‘pelanggan’. Mulai dari menjadi follower media sosial perusahaan (Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya) atau dengan menghubungi kontak yang tertera untuk mencari lebih banyak informasi tentang produk yang dijual.

Saat konsumen berada di kategori ini, sebagai marketer, tugas utama adalah menjadikan mereka sebagai pembeli. Tentunya, ada kondisi calon konsumen yang masih membutuhkan keyakinan diri sebelum membeli. Membandingkan dengan berbagai produk lain di luar sana. Oleh karena itu, memberikan pelayanan dan penawaran yang menarik adalah salah satu cara untuk menggaet pelanggan lebih cepat.

3. Hot Audience

Kelompok orang-orang yang sudah menjadi pembeli produk perusahaan dan merasa puas dengan kualitas produk serta layanan. Kepuasan tersebut menciptakan peluang besar menjadi WoM (Word of Mouth) yang menggaet pembeli lebih banyak.

Saat konsumen berada di kategori ini, sebagai marketer, tugas utama adalah menjaga hot audience tetap berada di lingkaran bisnis. Menjadikan pelanggan sebagai ‘loyal customer’ dengan memberikan penawaran produk yang lain atau melakukan cross selling.

picture

“Marketing as the process by which companies create value for customers and build strong customer relationships in order to capture value from customers in return.” Philip Kotler & Gary Armstrong

Bukan lagi rahasia bahwa marketing menjadi salah satu hal wajib yang harus diterapkan oleh setiap perusahaan dan organisasi dalam strategi pertumbuhannya. Penerapan teknik marketing akan membantu perusahaan untuk mencapai tujuan yang telah disusun. Marketing bukan hanya berkutat pada penjualan atau periklanan sebagai strategi pemasaran. Marketing melibatkan banyak hal mulai dari promosi, perancangan dan pembuatan materi konten media sosial, membangun pengalaman pelanggan, menetapkan target pasar, distribusi produk, dan melakukan riset pasar.

Marketing berkaitan erat dengan keseharian masyarakat, karena objek dan sumber informasinya adalah konsumen. Konsultan dan profesor pemasaran Amerika Serikat, Philip Kotler, membagi fungsi marketing dalam lima poin. Fungsi pertama adalah sebagai sumber informasi perusahaan. Marketing berfungsi untuk mengumpulkan informasi mengenai pelanggan, pesaing dan pelaku, serta kekuatan lain yang ada saat ini maupun yang potensial dalam lingkungan pemasaran. Kedua, marketing berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarkan komunikasi persuasif untuk merangsang pembelian. Fungsi ketiga dari marketing adalah mencapai persetujuan akhir mengenai harga dan syarat lain sehingga transfer kepemilikan dapat dilakukan. Keempat, marketing berfungsi untuk menanggung risiko yang berhubungan dengan pelaksanaan fungsi saluran pemasaran. Fungsi kelima adalah mengatur kesinambungan penyimpanan dan pergerakan produk sampai ke pelanggan.

Tugas Marketing untuk Kesuksesan Bisnis

Fungsi yang dijelaskan oleh Philip Kotler tersebut membuktikan bahwa marketing menjadi salah satu pilar utama dalam kesuksesan perusahaan. Pertumbuhan perusahaan dapat bergerak pesat jika tugas marketing berjalan penuh. Mulai dari tugas sebagai marketing sales, marketing promosi, marketing riset dan pengembangan, serta marketing communication.

1. Marketing sebagai Sales, bertugas untuk menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dengan cara melakukan penjualan terhadap produk yang dihasilkan perusahaan.

2. Marketing sebagai Promosi, bertugas untuk memperkenalkan perusahaan beserta produk yang dihasilkan kepada masyarakat. Sehingga dapat menarik calon konsumen dalam lingkup yang lebih luas.

3. Marketing sebagai Riset dan Pengembang, bertugas melakukan berbagai riset untuk mendapatkan informasi dan menyampaikan kepada perusahaan. Hasil riset tersebut akan membantu perusahaan dalam meningkatkan kualitas serta penjualan produk yang dihasilkan oleh perusahaan.

4. Marketing sebagai Marketing Communication, bertugas untuk membuat hubungan yang baik antara perusahaan dan masyarakat atau perusahaan dan lingkungan sekitarnya.

Mengenal Segmentasi Audience untuk Optimalkan Strategi Marketing

Produk yang bagus saja belum cukup. Diperlukan strategi marketing yang efektif agar orang-orang mengenal produk perusahaan serta manfaat yang bisa diperoleh dari produk tersebut. Melalui segmentasi audience yang tepat, strategi yang telah disusun dapat berjalan dengan lebih optimal. Segmentasi audience dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Cold Audience (first time visitor), Warm Audience, dan Hot Audience.

1. Cold Audience

Merupakan kelompok orang-orang yang baru pertama kali mengetahui produk perusahaan dari berbagai promosi yang ada. Baik dari Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, Google, atau media promosi lainnya.

Saat konsumen berada di kategori ini, sebagai marketer, tugas utama adalah menggerakkan konsumen di kategori cold audience menjadi warm audience. Memberi pengenalan lebih tentang bisnis serta produk perusahaan adalah salah satu cara yang dapat dilakukan.

Iklan yang dikeluarkan harus memiliki target yang jelas. Kelompok audience yang ditargetkan sebaiknya berhubungan erat dengan jenis produk atau jasa yang diproduksi. Ibarat marketer jualan ‘aplikasi hoax’, maka cold audience yang dituju tentulah perusahaan atau organisasi yang membutuhkan informasi-informasi hoax terkini.

2. Warm Audience

Kelompok orang-orang yang sudah mulai mengenal produk perusahaan dan berinteraksi dengan bisnis yang ada. Mereka sedikit lebih tereduksi dengan penawaran yang berjalan. Di tahap ini, mereka selangkah lebih dekat untuk menjadi ‘pelanggan’. Mulai dari menjadi follower media sosial perusahaan (Instagram, Twitter, Facebook, dan lainnya) atau dengan menghubungi kontak yang tertera untuk mencari lebih banyak informasi tentang produk yang dijual.

Saat konsumen berada di kategori ini, sebagai marketer, tugas utama adalah menjadikan mereka sebagai pembeli. Tentunya, ada kondisi calon konsumen yang masih membutuhkan keyakinan diri sebelum membeli. Membandingkan dengan berbagai produk lain di luar sana. Oleh karena itu, memberikan pelayanan dan penawaran yang menarik adalah salah satu cara untuk menggaet pelanggan lebih cepat.

3. Hot Audience

Kelompok orang-orang yang sudah menjadi pembeli produk perusahaan dan merasa puas dengan kualitas produk serta layanan. Kepuasan tersebut menciptakan peluang besar menjadi WoM (Word of Mouth) yang menggaet pembeli lebih banyak.

Saat konsumen berada di kategori ini, sebagai marketer, tugas utama adalah menjaga hot audience tetap berada di lingkaran bisnis. Menjadikan pelanggan sebagai ‘loyal customer’ dengan memberikan penawaran produk yang lain atau melakukan cross selling.