by Tim Ansvia - Mon 03:40:47 Dec 13 2021

picture

Dalam dunia bisnis, istilah ‘Branding’ menjadi salah satu kunci sukses dari seluruh produk yang dijual. Branding berasal dari kata ‘Brand’, yang oleh American Marketing Association dimaknai sebagai “A brand is a name, term, design, symbol or any other feature that identifies one seller’s goods or service as distinct from those of other sellers”. Dari makna tersebut, Branding dapat dijelaskan sebagai segala usaha untuk menciptakan kekuatan brand terhadap produk atau jasa yang dihasilkan. Kekuatan brand ini akan berperan sebagai pembeda antara produk atau jasa yang dihasilkan dengan produk kompetitor.

Pernah mendengar istilah ‘Brand Identity’ dan ‘Brand Image’? Seringnya dalam konteks branding, kedua istilah tersebut dianggap serupa. Namun, menilik dari pengertian kedua istilah tersebut tampak jelas perbedaannya. Brand identity menjelaskan cara perusahaan dalam mempresentasikan diri di hadapan konsumen dan bagaimana mereka ingin diingat oleh konsumen. Brand identity bisa berupa logo, slogan, atau tagline yang ada dalam produk dan jasa yang dihasilkan.

Sedangkan untuk Brand image, lebih menjelaskan persepsi tentang brand yang terbentuk di konsumen. Ada begitu banyak elemen yang membentuk persepsi ini, mulai dari kualitas produk hingga pengaruh dari lingkungan. Brand image menjadi sesuatu yang pertama kali terlintas di kepala konsumen ketika mendengar nama dari sebuah brand.

Menciptakan Brand Identity

Berperan sebagai wajah dari brand, perusahaan harus mampu membuat brand identity dengan tepat. Karena dengan adanya brand identity yang tepat maka konsumen akan lebih mudah mengingat secara jelas segala produk dan jasa yang dihasilkan.

  1. Lakukan riset pasar Proses ini menjadi langkah awal yang bisa digunakan dalam menciptakan brand identity. Riset pasar dapat digambarkan sebagai proses pengumpulan, analisis, serta identifikasi yang sistematis dan objektif yang bertujuan membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan terkait brand. Riset pasar merupakan langkah yang tepat untuk mendefinisikan berbagai sifat yang akan dibentuk agar menarik konsumen.

  2. Gunakan logo memorable Jika pelamar kerja membutuhkan CV untuk menceritakan identitas dirinya, perusahaan membutuhkan ‘Logo’ untuk dapat menceritakan identitas perusahaannya. Melalui logo, perusahaan logo, perusahaan dapat menceritakan hal-hal kecil tentang bisnis yang dijalankan.

  3. Perhatikan pemilihan warna Salah satu proses yang tidak kalah penting dalam menciptakan brand identity adalah pemilihan warna. Setiap warna memiliki banyak arti yang berpengaruh pada psikologi. Oleh karena itu, hindari penggunaan warna sangat kontras terlalu banyak dalam satu desain. Dalam penentuan warna ini, Anda harus memastikan konsistensi yang sama untuk menciptakan brand identity yang harmonis

  4. Gunakan tipografi yang tepat Selain pemilihan warna, Anda juga harus memperhatikan pemilihan tipografi untuk menciptakan sebuah brand identity perusahaan. Setiap jenis huruf memiliki karakter dan ciri khas masing-masing. Oleh karena itu, pemilihan tipografi yang tepat dapat menjadi jalan untuk menyampaikan setiap karakter dan pesan dari brand yang dihasilkan.

5.Rutin memantau brand untuk mempertahankan brand identity Proses selanjutnya adalah melakukan pemantauan secara rutin untuk mengetahui bagaimana audiens berinteraksi dengan brand perusahaan. Pemantauan ini dapat Anda lakukan menggunakan Google Analytic, survei, atau melihat reaksi di media sosial.

Kembangkan Brand Image

Sama halnya dengan brand identity, brand image juga penting bagi sebuah perusahaan. Brand image menjadi pertimbangan penting agar brand tetap bisa bertahan di lingkungan kompetitor. Meskipun brand image terbentuk dari respon dari sisi konsumen, perusahaan dapat melakukan rancangan agar brand image tersebut memiliki dampak yang kuat. Oleh karena itu, sebagai pelaku bisnis Anda harus terus melakukan pengembangan terhadap brand image seluruh produk yang dihasilkan.

  1. Identifikasi target pelanggan Proses pertama adalah dengan mengidentifikasi target pelanggan. Identifikasi ini dapat dikelompokkan dalam berbagai kategori, seperti umur, behaviour, lokasi geografis, dan budaya. Berbagai kategori ini akan membantu Anda dalam menyesuaikan kebutuhan pasar. Menentukan target pelanggan secara spesifik juga dapat membantumu dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif.

  2. Tentukan tujuan akhir bisnis Seperti hidup, perusahaan juga harus memiliki tujuan yang jelas. Baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, Anda harus tahu ke arah mana brand ini berjalan. Tujuan yang jelas akan membantu perusahaan untuk melakukan usaha pemasaran secara efektif. Pemborosan sumber daya dalam perusahaan juga dapat dihindari dengan adanya tujuan yang jelas.

  3. Tentukan brand identity Peran brand identity dalam membangun brand image sangatlah tinggi. Terciptanya brand identity yang kuat akan membentuk citra dari brand atau jasa perusahaan. Brand identity yang diciptakan harus mampu menarik perhatian pelanggan dan mengartikulasikan pembeda dengan produk milik kompetitor. Brand identity akan mendefinisikan brand image perusahaan sehingga penting untuk tetap relevan dengan target pelanggan dan tujuan perusahaan.

Brand identity dan brand image memang tidak bisa dibangun hanya dalam satu kedipan mata. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari riset yang detail, mengenal target pasar, sampai mengidentifikasi kompetitor yang begitu banyak.

Kini, saatnya Anda wajib untuk mengambil langkah dalam membangun branding yang tepat bagi perusahaan. Karena arah tujuan *brand sepenuhnya ada di tangan Anda. Mari mulai belajar lebih jauh tentang branding, baik brand identity maupun brand image. Anda bisa juga konsultasikan persoalan branding melalui SAC dengan mengunjungi https://sac.id/

picture

Dalam dunia bisnis, istilah ‘Branding’ menjadi salah satu kunci sukses dari seluruh produk yang dijual. Branding berasal dari kata ‘Brand’, yang oleh American Marketing Association dimaknai sebagai “A brand is a name, term, design, symbol or any other feature that identifies one seller’s goods or service as distinct from those of other sellers”. Dari makna tersebut, Branding dapat dijelaskan sebagai segala usaha untuk menciptakan kekuatan brand terhadap produk atau jasa yang dihasilkan. Kekuatan brand ini akan berperan sebagai pembeda antara produk atau jasa yang dihasilkan dengan produk kompetitor.

Pernah mendengar istilah ‘Brand Identity’ dan ‘Brand Image’? Seringnya dalam konteks branding, kedua istilah tersebut dianggap serupa. Namun, menilik dari pengertian kedua istilah tersebut tampak jelas perbedaannya. Brand identity menjelaskan cara perusahaan dalam mempresentasikan diri di hadapan konsumen dan bagaimana mereka ingin diingat oleh konsumen. Brand identity bisa berupa logo, slogan, atau tagline yang ada dalam produk dan jasa yang dihasilkan.

Sedangkan untuk Brand image, lebih menjelaskan persepsi tentang brand yang terbentuk di konsumen. Ada begitu banyak elemen yang membentuk persepsi ini, mulai dari kualitas produk hingga pengaruh dari lingkungan. Brand image menjadi sesuatu yang pertama kali terlintas di kepala konsumen ketika mendengar nama dari sebuah brand.

Menciptakan Brand Identity

Berperan sebagai wajah dari brand, perusahaan harus mampu membuat brand identity dengan tepat. Karena dengan adanya brand identity yang tepat maka konsumen akan lebih mudah mengingat secara jelas segala produk dan jasa yang dihasilkan.

  1. Lakukan riset pasar Proses ini menjadi langkah awal yang bisa digunakan dalam menciptakan brand identity. Riset pasar dapat digambarkan sebagai proses pengumpulan, analisis, serta identifikasi yang sistematis dan objektif yang bertujuan membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan terkait brand. Riset pasar merupakan langkah yang tepat untuk mendefinisikan berbagai sifat yang akan dibentuk agar menarik konsumen.

  2. Gunakan logo memorable Jika pelamar kerja membutuhkan CV untuk menceritakan identitas dirinya, perusahaan membutuhkan ‘Logo’ untuk dapat menceritakan identitas perusahaannya. Melalui logo, perusahaan logo, perusahaan dapat menceritakan hal-hal kecil tentang bisnis yang dijalankan.

  3. Perhatikan pemilihan warna Salah satu proses yang tidak kalah penting dalam menciptakan brand identity adalah pemilihan warna. Setiap warna memiliki banyak arti yang berpengaruh pada psikologi. Oleh karena itu, hindari penggunaan warna sangat kontras terlalu banyak dalam satu desain. Dalam penentuan warna ini, Anda harus memastikan konsistensi yang sama untuk menciptakan brand identity yang harmonis

  4. Gunakan tipografi yang tepat Selain pemilihan warna, Anda juga harus memperhatikan pemilihan tipografi untuk menciptakan sebuah brand identity perusahaan. Setiap jenis huruf memiliki karakter dan ciri khas masing-masing. Oleh karena itu, pemilihan tipografi yang tepat dapat menjadi jalan untuk menyampaikan setiap karakter dan pesan dari brand yang dihasilkan.

5.Rutin memantau brand untuk mempertahankan brand identity Proses selanjutnya adalah melakukan pemantauan secara rutin untuk mengetahui bagaimana audiens berinteraksi dengan brand perusahaan. Pemantauan ini dapat Anda lakukan menggunakan Google Analytic, survei, atau melihat reaksi di media sosial.

Kembangkan Brand Image

Sama halnya dengan brand identity, brand image juga penting bagi sebuah perusahaan. Brand image menjadi pertimbangan penting agar brand tetap bisa bertahan di lingkungan kompetitor. Meskipun brand image terbentuk dari respon dari sisi konsumen, perusahaan dapat melakukan rancangan agar brand image tersebut memiliki dampak yang kuat. Oleh karena itu, sebagai pelaku bisnis Anda harus terus melakukan pengembangan terhadap brand image seluruh produk yang dihasilkan.

  1. Identifikasi target pelanggan Proses pertama adalah dengan mengidentifikasi target pelanggan. Identifikasi ini dapat dikelompokkan dalam berbagai kategori, seperti umur, behaviour, lokasi geografis, dan budaya. Berbagai kategori ini akan membantu Anda dalam menyesuaikan kebutuhan pasar. Menentukan target pelanggan secara spesifik juga dapat membantumu dalam menyusun strategi pemasaran yang efektif.

  2. Tentukan tujuan akhir bisnis Seperti hidup, perusahaan juga harus memiliki tujuan yang jelas. Baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang, Anda harus tahu ke arah mana brand ini berjalan. Tujuan yang jelas akan membantu perusahaan untuk melakukan usaha pemasaran secara efektif. Pemborosan sumber daya dalam perusahaan juga dapat dihindari dengan adanya tujuan yang jelas.

  3. Tentukan brand identity Peran brand identity dalam membangun brand image sangatlah tinggi. Terciptanya brand identity yang kuat akan membentuk citra dari brand atau jasa perusahaan. Brand identity yang diciptakan harus mampu menarik perhatian pelanggan dan mengartikulasikan pembeda dengan produk milik kompetitor. Brand identity akan mendefinisikan brand image perusahaan sehingga penting untuk tetap relevan dengan target pelanggan dan tujuan perusahaan.

Brand identity dan brand image memang tidak bisa dibangun hanya dalam satu kedipan mata. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari riset yang detail, mengenal target pasar, sampai mengidentifikasi kompetitor yang begitu banyak.

Kini, saatnya Anda wajib untuk mengambil langkah dalam membangun branding yang tepat bagi perusahaan. Karena arah tujuan *brand sepenuhnya ada di tangan Anda. Mari mulai belajar lebih jauh tentang branding, baik brand identity maupun brand image. Anda bisa juga konsultasikan persoalan branding melalui SAC dengan mengunjungi https://sac.id/