by Tim Ansvia - Fri 05:56:09 Nov 26 2021

picture

Salah satu kunci utama dalam menjalankan aktivitas perusahaan adalah terbangunnya komunikasi yang baik antar pihak. Setiap karyawan tentunya memiliki ruang dan cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan di rumah. Ada ruang pribadi yang tidak bisa mereka lepaskan. Beberapa dari karyawan tentunya memiliki keluarga yang harus diperhatikan ketika berada di rumah. Dengan adanya kondisi tersebut, penting untuk menunjukkan rasa toleransi dan juga pemahaman yang ekstra. Untuk itulah, komunikasi harus dilakukan dengan jelas, transparan, dan juga fleksibel dengan kondisi karyawan.

Tentunya perusahaan memiliki standar tersendiri dalam membangun komunikasi, akan lebih baik jika mereka merancang sistem komunikasi yang paling cocok untuk lingkungan usahanya. Sistem tersebut akan membantu setiap karyawan tetap saling terhubung, saling bersosialisasi, serta saling membantu jika terjadi hambatan dalam pekerjaan.

Sistem komunikasi dalam perusahaan menjadi acuan untuk menjalankan dan membangun hubungan demi tercapainya tujuan perusahaan. Sistem komunikasi yang mudah diakses sangat disarankan untuk digunakan. Karena dengan Sistem komunikasi yang tepat guna akan membantu karyawan beradaptasi dengan pekerjaan jarak jauh. Pada sistem komunikasi tersebut harus menyediakan beberapa fungsi pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Peningkatan yang terjadi secara tidak langsung akan berkontribusi besar dalam perkembangan perusahaan. Sistem komunikasi dengan dukungan fungsi yang tepat memberikan solusi untuk segala masalah yang akan dihadapi karyawan dan juga perusahaan.

Pernah mendengar istilah Employee Engagement? Employee Engagement merupakan pendekatan yang memungkinkan setiap karyawan menawarkan potensi dan kapabilitasnya secara lebih. Dengan menerapkan langkah Employee Engagement, perusahaan akan mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki karyawan dalam setiap generasi. Hal ini menjadi titik awal untuk mengelola SDM di perusahaan.

Untuk mewujudkan strategi Employee Engagement di masa pandemi, perusahaan dapat membuka sesi tanya jawab melalui sistem komunikasi online yang berjalan. Dengan adanya sesi ini, keterlibatan karyawan untuk mengembangkan perusahaan semakin meningkat.

Selain itu, karyawan juga membutuhkan adanya ruang khusus yang berisi seluruh informasi yang dibutuhkan. Kemudahan akses dalam menerima informasi perusahaan akan mempermudah karyawan untuk selalu up to date dengan kondisi yang ada. Selain itu, dengan adanya ruang khusus tersebut membantu perusahaan dalam membangun efektivitas dan efisiensi. Kenapa? Karena informasi akan sampai kepada seluruh karyawan tanpa terlewatkan satu pun.

Penerapan budaya Employee Engagement akan sangat terbantu dengan hadirnya Knowledge Management System, atau yang biasa dikenal dengan sebutan KMS. Sistem ini akan membantu mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, serta mendistribusikan pengetahuan untuk kembali digunakan. Tidak hanya membantu perusahaan untuk melakukan sharing dalam menyelesaikan berbagai masalah pada setiap unit kerja, kehadiran KMS juga menjadi jawaban atas tantangan penyediaan pengetahuan yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun.

Perusahaan juga harus tetap melakukan monitoring dan controlling secara berkala sebagai proses penilaian karyawan selama WFH. Hal ini juga dimaksudkan untuk menciptakan rasa tanggung jawab atas kewajiban yang diemban setiap karyawan di dalam perusahaan.

Menjaga komunikasi seluruh karyawan dengan pemanfaatan teknologi yang telah ada akan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di masa Pandemi. Seringnya memberikan ruang komunikasi kepada karyawan selama kebijakan WFH berlangsung akan membantunya dalam menerapkan seluruh ide yang mereka miliki dalam penyelesaian pekerjaan. Meski berjarak, komunikasi yang tetap terjaga akan mendorong karyawan untuk selalu berfikir kreatif.

picture

Salah satu kunci utama dalam menjalankan aktivitas perusahaan adalah terbangunnya komunikasi yang baik antar pihak. Setiap karyawan tentunya memiliki ruang dan cara yang berbeda dalam menyelesaikan pekerjaan di rumah. Ada ruang pribadi yang tidak bisa mereka lepaskan. Beberapa dari karyawan tentunya memiliki keluarga yang harus diperhatikan ketika berada di rumah. Dengan adanya kondisi tersebut, penting untuk menunjukkan rasa toleransi dan juga pemahaman yang ekstra. Untuk itulah, komunikasi harus dilakukan dengan jelas, transparan, dan juga fleksibel dengan kondisi karyawan.

Tentunya perusahaan memiliki standar tersendiri dalam membangun komunikasi, akan lebih baik jika mereka merancang sistem komunikasi yang paling cocok untuk lingkungan usahanya. Sistem tersebut akan membantu setiap karyawan tetap saling terhubung, saling bersosialisasi, serta saling membantu jika terjadi hambatan dalam pekerjaan.

Sistem komunikasi dalam perusahaan menjadi acuan untuk menjalankan dan membangun hubungan demi tercapainya tujuan perusahaan. Sistem komunikasi yang mudah diakses sangat disarankan untuk digunakan. Karena dengan Sistem komunikasi yang tepat guna akan membantu karyawan beradaptasi dengan pekerjaan jarak jauh. Pada sistem komunikasi tersebut harus menyediakan beberapa fungsi pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas karyawan. Peningkatan yang terjadi secara tidak langsung akan berkontribusi besar dalam perkembangan perusahaan. Sistem komunikasi dengan dukungan fungsi yang tepat memberikan solusi untuk segala masalah yang akan dihadapi karyawan dan juga perusahaan.

Pernah mendengar istilah Employee Engagement? Employee Engagement merupakan pendekatan yang memungkinkan setiap karyawan menawarkan potensi dan kapabilitasnya secara lebih. Dengan menerapkan langkah Employee Engagement, perusahaan akan mengetahui sejauh mana potensi yang dimiliki karyawan dalam setiap generasi. Hal ini menjadi titik awal untuk mengelola SDM di perusahaan.

Untuk mewujudkan strategi Employee Engagement di masa pandemi, perusahaan dapat membuka sesi tanya jawab melalui sistem komunikasi online yang berjalan. Dengan adanya sesi ini, keterlibatan karyawan untuk mengembangkan perusahaan semakin meningkat.

Selain itu, karyawan juga membutuhkan adanya ruang khusus yang berisi seluruh informasi yang dibutuhkan. Kemudahan akses dalam menerima informasi perusahaan akan mempermudah karyawan untuk selalu up to date dengan kondisi yang ada. Selain itu, dengan adanya ruang khusus tersebut membantu perusahaan dalam membangun efektivitas dan efisiensi. Kenapa? Karena informasi akan sampai kepada seluruh karyawan tanpa terlewatkan satu pun.

Penerapan budaya Employee Engagement akan sangat terbantu dengan hadirnya Knowledge Management System, atau yang biasa dikenal dengan sebutan KMS. Sistem ini akan membantu mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan, serta mendistribusikan pengetahuan untuk kembali digunakan. Tidak hanya membantu perusahaan untuk melakukan sharing dalam menyelesaikan berbagai masalah pada setiap unit kerja, kehadiran KMS juga menjadi jawaban atas tantangan penyediaan pengetahuan yang dapat digunakan kapanpun dan dimanapun.

Perusahaan juga harus tetap melakukan monitoring dan controlling secara berkala sebagai proses penilaian karyawan selama WFH. Hal ini juga dimaksudkan untuk menciptakan rasa tanggung jawab atas kewajiban yang diemban setiap karyawan di dalam perusahaan.

Menjaga komunikasi seluruh karyawan dengan pemanfaatan teknologi yang telah ada akan menjaga keberlangsungan operasional perusahaan di masa Pandemi. Seringnya memberikan ruang komunikasi kepada karyawan selama kebijakan WFH berlangsung akan membantunya dalam menerapkan seluruh ide yang mereka miliki dalam penyelesaian pekerjaan. Meski berjarak, komunikasi yang tetap terjaga akan mendorong karyawan untuk selalu berfikir kreatif.