by Tim Ansvia - Mon 10:12:25 Aug 5 2019

Teknologi komunikasi seluler sudah bergeser menjadi kebutuhan primer untuk kehidupan saat ini. Handphone telah menduduki posisi pertama dengan segala kecanggihannya. Apapun terasa sangat mudah dengan kepemilikan sebuah handphone. Namun, ada yang lebih penting dari lahirnya sebuah handphone yakni SIM Card. Keberadaan SIM Card memiliki kedudukan yang sama dengan ponsel itu sendiri.

handphone tanpa SIM Card seperti kendaraan tanpa roda. Tidak akan berfungsi dengan baik, bukan? Karena tanpa SIM Card, kita tidak bisa nelpon dan sms dengan berbagai manusia, serta tidak dapat menikmati jaringan internet di handphone. Apapun jenis dan merk handphone, kartu pipih ini tidak akan pernah ditinggalkan.

SIM Card memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir semua manusia memiliki handphone, dan tentunya sudah menikmati SIM Card juga. Karena keduanya bukan barang yang dapat dipisahkan dengan mudah. Nah bagaimana sejarah kemunculan SIM Card? Dan bagaimana perkembangan SIM Card?

Lahirnya SIM Card

picture

Pada awal dekade 1990-an penggunaan SIM Card (Subscriber Identity Module Card) pada ponsel mulai dijalankan ketika terjadi perpindahan protokol jaringan seluler dari analog ke digital. SIM Card pertama kali ditemukan oleh Hermann Giesecke dan Alphonse Devrient melalui perusahaan yang telah didirikan sejak 1852 di kota Munich, Jerman. Kala itu, perusahaan Giesecke dan Devrient membuat SIM Card untuk sebuah provider telekomunikasi Radiolinja yang berlokasi di Finlandia.

Giesecke dan Devrient merupakan perusahaan yang bergerak di industri percetakan (khususnya buku seni dan kartografi). Memasuki Perang Dunia II, menjadi penanda atas krisis yang dialami perusahaan Giesecke dan Devrient. Aset perusahaan mengalami kerusakan hingga 80 persen akibat perang. Dengan bantuan Siegfried Otto, perusahaan mulai memindahkan lokasi perusahaan dan beralih menjadi perusahaan yang bergerak dibidang teknologi.

Tahun 1968 menjadi satu penanda masuknya perusahaan Giesecke dan Devrient ke dunia kartu elektronik. Selain itu, di tahun 1981, perusahaan telah sukses menciptakan kartu chip pertama atas permintaan bank Prancis dan Bundespost, Jerman. Dua kesuksesan bermain di ranah kartu elektronik dan kartu chip membawa Giesecke dan Devrient melahirkan SIM Card. Hingga kini temuan tersebut sudah berumur hampir tiga dekade.

SIM Card pertama hadir dengan ukuran besar seperti KTP atau ATM dengan panjang 85,6mm dan lebar 53,98mm. Ukuran SIM Card mulai mengecil mengikuti bentuk handphone dan perkembangan jaringan. Ketika memasuki sistem komunikasi seluler generasi ketiga (3G), SIM Card sudah banyak berukuran micro (panjang 15mm dan lebar 12mm). Sedangkan saat ini, *SIM Card *umumnya menggunakan ukuran nano, yakni panjang 12,3mm dan lebar 8,8mm.

Kemunculan eSIM

Tak kalah dengan perkembangan komputer, inovasi sim card saat ini hampir tak lagi dapat kita jamah secara fisik. Kini hadir eSIM sebagai inovasi terbaru dari SIM Card yang sudah mulai menyentuh publik.

eSIM merupakan kepanjangan dari Embedded SIM atau kartu yang tertanam. Dengan kata lain, ponsel kita tidak akan memiliki port kartu SIM di telepon. eSIM terkubur di dalam motherboard dan tidak bisa dilepas. Namun, seperti kartu SIM yang dapat ditukar, kita dapat mengubah kartu SIM ke jaringan yang berbeda jika tidak dikunci.

eSIM mulai muncul ke publik pada tahun 2016 lalu. Ketika itu Microsoft ingin menjual komputer yang dapat melakukan streaming video youtube di segala tempat apapun kondisi dan medannya tanpa harus bergantung pada jaringan WIFI. Bisa dikatakan eSIM merupakan inovasi dari modem modern yang tertanam di komputer sehingga kita bisa mengaktifkan internet dimana saja dan kapan saja.

eSim sebenarnya pertama kali digunakan pada perangkat samsung Gear S2 3G yang dirilis 2016 silam. Meski begitu teknologi eSIM ini aru mendapat panggung sorotan saat digunakan pada Apple Watch 3.

Ukuran eSIM pada ponsel sangatlah kecil, bahkan lebih kecil dari Nano-SIM yang banyak ditemui pada ponsel kelas atas saat ini. Itulah mengapa eSIM kerap digunakan pada perangkat wearable seperti jam tangan pintar yang dirilis Apple maupun Samsung. Ukuran yang sangat kecil ini juga mendukung inovasi ponsel pintar yang semakin mengarah ke ponsel yang lebih tipis.

picture

Keunggulan eSIM

Saat ini manusia tidak bisa terlepas dari internet. Hingga kalau kita berbicara tentang internet pasti tidak akan ada habisnya. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mempermudah pengguna menggunakan internet di manapun dan kapanpun. Misalnya, perkembangan komputer dan SIM Card dari masa ke masa yang semakin mudah dibawa ke-mana-mana.

Lahirnya sesuatu diharapkan mampu memberikan kelebihan pada hal-hal yang telah lama hadir. Begitu juga dengan kelahiran eSIM yang nantinya akan berangsur-angsur menggantikan eksistensi SIM Card.

Hadirnya eSIM membawa kemudahan dalam melakukan pergantian operator, karena peralihan operator hanya membutuhkan 1 atau 2 panggilan telepon saja. Dengan kemudahan tersebut akan mempermudah dalam berbagi paket data. Satu paket data bisa digunakan oleh banyak perangkat seperti ponsel, tablet, dan perangkat lain. Anda tidak membutuhkan WiFi hotspot untuk dapat terhubung ke internet sehingga semakin banyak perangkat yang dapat menggunakan e-SIM. Hal ini akan membawa keuntungan dibandingkan dengan menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya.

Untuk para traveler, eSIM akan sangat menguntungkan, karena eSIM memberi kemudahan untuk beralih ke jaringan lokal. Sehingga jika ingin menghabiskan waktu yang cukup lama di luar negeri biaya roaming yang tinggi bisa dihindari. Dan secara otomatis penghematan uang bisa terjadi. Dengan format e-SIM, paket data yang ditawarkan akan menjadi lebih hemat dibandingkan dengan paket data yang ditawarkan sekarang ini.

Perkembangan eSIM diprediksi akan mampu merangsang inovasi tipe dan fleksibilitas paket data. Operator dan penyedia jasa akan berlomba-lomba untuk menyediakan paket yang lebih menguntungkan pengguna. Selain itu, perkembangan eSIM yang membuat sebuah handphone meniadakan slot atau baki untuk kartu SIM akan memungkinkan ukuran perangkat akan menjadi semakin kecil. Bahkan smartwatch yang memang berukuran kecil akan semakin mudah berinovasi baik dari segi bentuk maupun ukuran.

Teknologi komunikasi seluler sudah bergeser menjadi kebutuhan primer untuk kehidupan saat ini. Handphone telah menduduki posisi pertama dengan segala kecanggihannya. Apapun terasa sangat mudah dengan kepemilikan sebuah handphone. Namun, ada yang lebih penting dari lahirnya sebuah handphone yakni SIM Card. Keberadaan SIM Card memiliki kedudukan yang sama dengan ponsel itu sendiri.

handphone tanpa SIM Card seperti kendaraan tanpa roda. Tidak akan berfungsi dengan baik, bukan? Karena tanpa SIM Card, kita tidak bisa nelpon dan sms dengan berbagai manusia, serta tidak dapat menikmati jaringan internet di handphone. Apapun jenis dan merk handphone, kartu pipih ini tidak akan pernah ditinggalkan.

SIM Card memang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hampir semua manusia memiliki handphone, dan tentunya sudah menikmati SIM Card juga. Karena keduanya bukan barang yang dapat dipisahkan dengan mudah. Nah bagaimana sejarah kemunculan SIM Card? Dan bagaimana perkembangan SIM Card?

Lahirnya SIM Card

picture

Pada awal dekade 1990-an penggunaan SIM Card (Subscriber Identity Module Card) pada ponsel mulai dijalankan ketika terjadi perpindahan protokol jaringan seluler dari analog ke digital. SIM Card pertama kali ditemukan oleh Hermann Giesecke dan Alphonse Devrient melalui perusahaan yang telah didirikan sejak 1852 di kota Munich, Jerman. Kala itu, perusahaan Giesecke dan Devrient membuat SIM Card untuk sebuah provider telekomunikasi Radiolinja yang berlokasi di Finlandia.

Giesecke dan Devrient merupakan perusahaan yang bergerak di industri percetakan (khususnya buku seni dan kartografi). Memasuki Perang Dunia II, menjadi penanda atas krisis yang dialami perusahaan Giesecke dan Devrient. Aset perusahaan mengalami kerusakan hingga 80 persen akibat perang. Dengan bantuan Siegfried Otto, perusahaan mulai memindahkan lokasi perusahaan dan beralih menjadi perusahaan yang bergerak dibidang teknologi.

Tahun 1968 menjadi satu penanda masuknya perusahaan Giesecke dan Devrient ke dunia kartu elektronik. Selain itu, di tahun 1981, perusahaan telah sukses menciptakan kartu chip pertama atas permintaan bank Prancis dan Bundespost, Jerman. Dua kesuksesan bermain di ranah kartu elektronik dan kartu chip membawa Giesecke dan Devrient melahirkan SIM Card. Hingga kini temuan tersebut sudah berumur hampir tiga dekade.

SIM Card pertama hadir dengan ukuran besar seperti KTP atau ATM dengan panjang 85,6mm dan lebar 53,98mm. Ukuran SIM Card mulai mengecil mengikuti bentuk handphone dan perkembangan jaringan. Ketika memasuki sistem komunikasi seluler generasi ketiga (3G), SIM Card sudah banyak berukuran micro (panjang 15mm dan lebar 12mm). Sedangkan saat ini, *SIM Card *umumnya menggunakan ukuran nano, yakni panjang 12,3mm dan lebar 8,8mm.

Kemunculan eSIM

Tak kalah dengan perkembangan komputer, inovasi sim card saat ini hampir tak lagi dapat kita jamah secara fisik. Kini hadir eSIM sebagai inovasi terbaru dari SIM Card yang sudah mulai menyentuh publik.

eSIM merupakan kepanjangan dari Embedded SIM atau kartu yang tertanam. Dengan kata lain, ponsel kita tidak akan memiliki port kartu SIM di telepon. eSIM terkubur di dalam motherboard dan tidak bisa dilepas. Namun, seperti kartu SIM yang dapat ditukar, kita dapat mengubah kartu SIM ke jaringan yang berbeda jika tidak dikunci.

eSIM mulai muncul ke publik pada tahun 2016 lalu. Ketika itu Microsoft ingin menjual komputer yang dapat melakukan streaming video youtube di segala tempat apapun kondisi dan medannya tanpa harus bergantung pada jaringan WIFI. Bisa dikatakan eSIM merupakan inovasi dari modem modern yang tertanam di komputer sehingga kita bisa mengaktifkan internet dimana saja dan kapan saja.

eSim sebenarnya pertama kali digunakan pada perangkat samsung Gear S2 3G yang dirilis 2016 silam. Meski begitu teknologi eSIM ini aru mendapat panggung sorotan saat digunakan pada Apple Watch 3.

Ukuran eSIM pada ponsel sangatlah kecil, bahkan lebih kecil dari Nano-SIM yang banyak ditemui pada ponsel kelas atas saat ini. Itulah mengapa eSIM kerap digunakan pada perangkat wearable seperti jam tangan pintar yang dirilis Apple maupun Samsung. Ukuran yang sangat kecil ini juga mendukung inovasi ponsel pintar yang semakin mengarah ke ponsel yang lebih tipis.

picture

Keunggulan eSIM

Saat ini manusia tidak bisa terlepas dari internet. Hingga kalau kita berbicara tentang internet pasti tidak akan ada habisnya. Inovasi-inovasi terus bermunculan untuk mempermudah pengguna menggunakan internet di manapun dan kapanpun. Misalnya, perkembangan komputer dan SIM Card dari masa ke masa yang semakin mudah dibawa ke-mana-mana.

Lahirnya sesuatu diharapkan mampu memberikan kelebihan pada hal-hal yang telah lama hadir. Begitu juga dengan kelahiran eSIM yang nantinya akan berangsur-angsur menggantikan eksistensi SIM Card.

Hadirnya eSIM membawa kemudahan dalam melakukan pergantian operator, karena peralihan operator hanya membutuhkan 1 atau 2 panggilan telepon saja. Dengan kemudahan tersebut akan mempermudah dalam berbagi paket data. Satu paket data bisa digunakan oleh banyak perangkat seperti ponsel, tablet, dan perangkat lain. Anda tidak membutuhkan WiFi hotspot untuk dapat terhubung ke internet sehingga semakin banyak perangkat yang dapat menggunakan e-SIM. Hal ini akan membawa keuntungan dibandingkan dengan menghubungkan perangkat satu dengan perangkat lainnya.

Untuk para traveler, eSIM akan sangat menguntungkan, karena eSIM memberi kemudahan untuk beralih ke jaringan lokal. Sehingga jika ingin menghabiskan waktu yang cukup lama di luar negeri biaya roaming yang tinggi bisa dihindari. Dan secara otomatis penghematan uang bisa terjadi. Dengan format e-SIM, paket data yang ditawarkan akan menjadi lebih hemat dibandingkan dengan paket data yang ditawarkan sekarang ini.

Perkembangan eSIM diprediksi akan mampu merangsang inovasi tipe dan fleksibilitas paket data. Operator dan penyedia jasa akan berlomba-lomba untuk menyediakan paket yang lebih menguntungkan pengguna. Selain itu, perkembangan eSIM yang membuat sebuah handphone meniadakan slot atau baki untuk kartu SIM akan memungkinkan ukuran perangkat akan menjadi semakin kecil. Bahkan smartwatch yang memang berukuran kecil akan semakin mudah berinovasi baik dari segi bentuk maupun ukuran.