by Wahyu Nurvidya - Mon 09:48:16 May 20 2019

“Dompet tertinggal, tidak perlu khawatir. Smartphone tertinggal, harus putar balik.”

Ungkapan ini bisa jadi gambaran gaya hidup masyarakat milenial saat ini. Ya, Smartphone telah lama beralih dari kebutuhan tersier ke primer. Kehadirannya memberikan kemudahan yang signifikan bagi kehidupan manusia.

Smartphone tak bisa lepas dari perkembangan teknologi komunikasi seluler. Teknologi yang memungkinkan pertukaran dan komunikasi data antar smartphone. Teknologi komunikasi seluler ini dikenalkan sebagai Generation atau dalam bahasa Indonesia disebut 'Generasi'. Anda tentu telah familiar dengan istilah 1G, 2G, 3G, serta 4G, dan seperti yang Anda duga, peletakan huruf G setelah angka tersebut merupakan kependekan dari Generasi.

Lahirnya Generasi Seluler

Tahun 1984, sistem komunikasi seluler dengan sistem analog atau generasi pertama (1G) mulai diperkenalkan di Indonesia. Pada 1985 menjadi tahun peluncuran 1G pertama melalui PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo). Pada dekade yang sama, tepatnya 1995, diperkenalkan 2G dengan layanan pesan singkat yang hemat dan praktis. Kemudian berkembang menjadi 2,5G dan disempurnakan oleh generasi 2,75G.

Pada 2003-2004 menjadi tahun kemunculan generasi ketiga atau 3G yang membawa teknologi komunikasi seluler pada data mobile. 3G memberikan kualitas suara yang lebih bagus, keamanan yang terjamin, dan roaming nasional dan internasional. Teknologi seluler 3G dikembangkan menjadi 3,5G yang menghadirkan pengalaman mengunduh berbagai sajian multimedia. Tidak berhenti pada teknologi seluler generasi 3,5G, saat ini sudah banyak smartphone yang menggunakan teknologi seluler jaringan 4G dengan kemampuan penyediaan solusi IP yang komprehensif.

Dunia teknologi khususnya sistem komunikasi seluler terus mengalami perkembangan. Inovasi-inovasi teknologi tidak akan pernah berhenti sejalan dengan dorongan pengguna teknologi yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada. Kini banyak pembicaraan mengenai kemunculan teknologi generasi kelima atau 5G.

Kemunculan dan Dukungan Teknologi Komunikasi Seluler 5G

picture

Teknologi komunikasi seluler generasi kelima atau 5G adalah teknologi terbaru untuk telekomunikasi yang melebihi standar 4G. Sebelumnya, kita sudah mengenal beberapa jenis teknologi seluler. Mulai dari 1G yang bisa mengantarkan suara analog, 2G yang memperkenalkan pada suara digital, 3G yang membawa data mobile, serta 4G LTE yang mengantarkan ke era mobile internet.

Pengembangan 5G sudah dimulai sejak tahun 2008 melalui riset Korea Selatan untuk teknologi komunikasi selulernya. Di tahun yang sama, NASA membentuk kerjasama dengan perusahaan Machine-to-Machine Intelligence (M2Mi) Corp dengan tujuan pengembangan teknologi 5G secara khusus. Tepat tahun 2012, New York University membentuk NYU Wireless sebagai badan riset yang ditujukan untuk mengembangkan 5G secara nirkabel.

Teknologi 5G menghadirkan kemudahan dalam akses data dengan kecepatan unduhan 10 hingga 20 kali lebih cepat daripada kecepatan internet yang tersedia saat ini. Teknologi ini memanfaatkan spektrum radio dengan lebih baik sehingga memungkinkan membantu dalam meringankan pekerjaan manusia. Dengan 5G, pengguna dapat mengunduh film dengan resolusi tinggi dalam waktu satu menit.

Banyak perusahaan bersiap untuk menyambut teknologi 5G, salah satunya adalah Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengaku telah siap untuk produksi massal chip modem 5G dengan sebutan Chip Exynos 5100. Chip besutan Samsung ini menjadi chip modem 5G pertama yang mendukung standar 3GGP’s 5G New Radio (5G-NR). Selain Chip Exynos 5100, Samsung juga menyiapkan single-chip radio frequency transceiver Exynos RF 55 dan supply modulator Exynos SM 5800. Chip modem 5G dari Samsung menghadirkan teknologi komunikasi seluler 5G pada smartphone terbaru yang dirilis.

Keunggulan 5G

Perkembangan selalu menuju arah perbaikan dan perbaikan. Kemajuan-kemajuan teknologi adalah salah satu hasil dari proses perkembangan yang terjadi. Teknologi komunikasi seluler generasi kelima (5G) menjadi bentuk perkembangan dari generasi keempat (4G). Hasil yang ditawarkan akan membawa kelebihan-kelebihan pada beberapa aspek. Mulai dari kecepatan, biaya, energi, penambahan kapasitas sistem, serta konektivitas perangkat secara massive.

5G jauh lebih baik dalam penanganan ribuan perangkat secara bersamaan, dari ponsel hingga sensor peralatan, kamera video hingga lampu jalan pintar. Dibandingkan dengan 4G yang mendukung frekuensi hanya di bawah 6 GHz, 5G mendukung frekuensi hingga 100 GHz. Hal ini akan memungkinkan kecepatan transfer data dengan lebih baik.

Perkembangan 5G diprediksi mampu menghadirkan mobil tanpa pengemudi, robot remote control, dan berbagai aplikasi teknologi lainnya. Segalanya membutuhkan waktu, begitu juga dengan 5G yang membutuhkan waktu dalam menawarkan manfaat nyata bagi kehidupan manusia.

Diolah dari berbagai sumber

“Dompet tertinggal, tidak perlu khawatir. Smartphone tertinggal, harus putar balik.”

Ungkapan ini bisa jadi gambaran gaya hidup masyarakat milenial saat ini. Ya, Smartphone telah lama beralih dari kebutuhan tersier ke primer. Kehadirannya memberikan kemudahan yang signifikan bagi kehidupan manusia.

Smartphone tak bisa lepas dari perkembangan teknologi komunikasi seluler. Teknologi yang memungkinkan pertukaran dan komunikasi data antar smartphone. Teknologi komunikasi seluler ini dikenalkan sebagai Generation atau dalam bahasa Indonesia disebut 'Generasi'. Anda tentu telah familiar dengan istilah 1G, 2G, 3G, serta 4G, dan seperti yang Anda duga, peletakan huruf G setelah angka tersebut merupakan kependekan dari Generasi.

Lahirnya Generasi Seluler

Tahun 1984, sistem komunikasi seluler dengan sistem analog atau generasi pertama (1G) mulai diperkenalkan di Indonesia. Pada 1985 menjadi tahun peluncuran 1G pertama melalui PT Radio Telepon Indonesia (Ratelindo). Pada dekade yang sama, tepatnya 1995, diperkenalkan 2G dengan layanan pesan singkat yang hemat dan praktis. Kemudian berkembang menjadi 2,5G dan disempurnakan oleh generasi 2,75G.

Pada 2003-2004 menjadi tahun kemunculan generasi ketiga atau 3G yang membawa teknologi komunikasi seluler pada data mobile. 3G memberikan kualitas suara yang lebih bagus, keamanan yang terjamin, dan roaming nasional dan internasional. Teknologi seluler 3G dikembangkan menjadi 3,5G yang menghadirkan pengalaman mengunduh berbagai sajian multimedia. Tidak berhenti pada teknologi seluler generasi 3,5G, saat ini sudah banyak smartphone yang menggunakan teknologi seluler jaringan 4G dengan kemampuan penyediaan solusi IP yang komprehensif.

Dunia teknologi khususnya sistem komunikasi seluler terus mengalami perkembangan. Inovasi-inovasi teknologi tidak akan pernah berhenti sejalan dengan dorongan pengguna teknologi yang selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik dari yang sudah ada. Kini banyak pembicaraan mengenai kemunculan teknologi generasi kelima atau 5G.

Kemunculan dan Dukungan Teknologi Komunikasi Seluler 5G

picture

Teknologi komunikasi seluler generasi kelima atau 5G adalah teknologi terbaru untuk telekomunikasi yang melebihi standar 4G. Sebelumnya, kita sudah mengenal beberapa jenis teknologi seluler. Mulai dari 1G yang bisa mengantarkan suara analog, 2G yang memperkenalkan pada suara digital, 3G yang membawa data mobile, serta 4G LTE yang mengantarkan ke era mobile internet.

Pengembangan 5G sudah dimulai sejak tahun 2008 melalui riset Korea Selatan untuk teknologi komunikasi selulernya. Di tahun yang sama, NASA membentuk kerjasama dengan perusahaan Machine-to-Machine Intelligence (M2Mi) Corp dengan tujuan pengembangan teknologi 5G secara khusus. Tepat tahun 2012, New York University membentuk NYU Wireless sebagai badan riset yang ditujukan untuk mengembangkan 5G secara nirkabel.

Teknologi 5G menghadirkan kemudahan dalam akses data dengan kecepatan unduhan 10 hingga 20 kali lebih cepat daripada kecepatan internet yang tersedia saat ini. Teknologi ini memanfaatkan spektrum radio dengan lebih baik sehingga memungkinkan membantu dalam meringankan pekerjaan manusia. Dengan 5G, pengguna dapat mengunduh film dengan resolusi tinggi dalam waktu satu menit.

Banyak perusahaan bersiap untuk menyambut teknologi 5G, salah satunya adalah Samsung. Perusahaan asal Korea Selatan ini mengaku telah siap untuk produksi massal chip modem 5G dengan sebutan Chip Exynos 5100. Chip besutan Samsung ini menjadi chip modem 5G pertama yang mendukung standar 3GGP’s 5G New Radio (5G-NR). Selain Chip Exynos 5100, Samsung juga menyiapkan single-chip radio frequency transceiver Exynos RF 55 dan supply modulator Exynos SM 5800. Chip modem 5G dari Samsung menghadirkan teknologi komunikasi seluler 5G pada smartphone terbaru yang dirilis.

Keunggulan 5G

Perkembangan selalu menuju arah perbaikan dan perbaikan. Kemajuan-kemajuan teknologi adalah salah satu hasil dari proses perkembangan yang terjadi. Teknologi komunikasi seluler generasi kelima (5G) menjadi bentuk perkembangan dari generasi keempat (4G). Hasil yang ditawarkan akan membawa kelebihan-kelebihan pada beberapa aspek. Mulai dari kecepatan, biaya, energi, penambahan kapasitas sistem, serta konektivitas perangkat secara massive.

5G jauh lebih baik dalam penanganan ribuan perangkat secara bersamaan, dari ponsel hingga sensor peralatan, kamera video hingga lampu jalan pintar. Dibandingkan dengan 4G yang mendukung frekuensi hanya di bawah 6 GHz, 5G mendukung frekuensi hingga 100 GHz. Hal ini akan memungkinkan kecepatan transfer data dengan lebih baik.

Perkembangan 5G diprediksi mampu menghadirkan mobil tanpa pengemudi, robot remote control, dan berbagai aplikasi teknologi lainnya. Segalanya membutuhkan waktu, begitu juga dengan 5G yang membutuhkan waktu dalam menawarkan manfaat nyata bagi kehidupan manusia.

Diolah dari berbagai sumber